Pada akhirnya, engkau yang kukenal datang juga,
sakit tak tertanggung di badan, di tiap jengkal molekul,
aku terbakar dalam jiwaku, juga di dalam engkau:
kayu api tak padam, lidah api menjilat tajam
engkau menjaga nyala, aku pun jadi berminyak panas
dan terbakar di dalammu.
Keramah-lembutanku berubah jadi keganasanmu,
bertukar ke amuk neraka yang entah asalnya.
Teramat murni, tak ada rencana hari-hari, kudaki
unggun kayu api pemakaman: penyiksaanku.
maka, tentu saja tak perlu membeli apapun untuk esok lusa,
sebab dalam diam di hati tersimpan cadangan keperluan.
Masih akukah ini? Seluruh yang kutahu dulu terbakar!
Kenangan tak teraih dan tak terbawa pula
Oh hidup! Oh kehidupan! Oh semua di luar!
Dan aku di dalam nyala. Dan di sini tak ada yang tahu aku siapa
Rabu, 12 November 2008
To The Death
Pada akhirnya, engkau yang kukenal datang juga,
sakit tak tertanggung di badan, di tiap jengkal molekul,
aku terbakar dalam jiwaku, juga di dalam engkau:
kayu api tak padam, lidah api menjilat tajam
engkau menjaga nyala, aku pun jadi berminyak panas
dan terbakar di dalammu.
Keramah-lembutanku berubah jadi keganasanmu,
bertukar ke amuk neraka yang entah asalnya.
Teramat murni, tak ada rencana hari-hari, kudaki
unggun kayu api pemakaman: penyiksaanku.
maka, tentu saja tak perlu membeli apapun untuk esok lusa,
sebab dalam diam di hati tersimpan cadangan keperluan.
Kenangan tak teraih dan tak terbawa pula
Oh hidup! Oh kehidupan! Oh semua di luar!
Dan aku di dalam nyala. Dan di sini tak ada yang tahu aku siapa
in memmoriam of conan _edugawa
darkness in me
Bagi aQ hidup setelah kematian mungkin banyak orang yang nggak tau arti semua itu.
Kehidupan sudah nggak bersahabat lagi bagi ku
Semua hanya semu belaka
Hanya ada orang mencari kenikmatan sesaat
Gak ada orang yg mau mencari kedamain yg sejati yg ada di dalam diri kita
Semua hampa.......
Sudah lelah hati ini
Sudah lelah jiwa ini
mungkin sudah saatnya aku berhenti sampai di sini...
gak ada lagi warna di dunia ini
gak ada rasa di jiwa ini
Sadarlah, Wahai orang yang tertipu!
Mengapa kamu masih riang bermain,
terlena dengan angan-angan.
Padahal ajal di depan matamu!
Bukankah kamu mengetahui
bahwa ambisi manusia adalah lautan luas tak bertepi.
Bahteranya adalah dunia.
Maka berhati-hatilah jangan sampai karam!
Yakinlah! Bahwa kematian pasti menjengukmu
bersama segala kepahitannya.
Ingatlah detik-detik itu, ketika kamu memberikan wasiat,
sedangkan anak-anak yang bakal menjadi yatim
Dan ibunya yang akan kehilangan suami tercinta
menangis pilu berlinang air mata.
Ia tenggelam dalam lautan kesedihan,
seraya memukul-mukul wajahnya.
Disaksikan para lelaki, padahal sebelumnya
ia adalah mutiara yang tersimpan rapi.
Kemudian setelah itu,
dibawalah kain kafan kepadamu.
Akhirnya! Diiringi isak tangis dan derai air mata,
Jasadmu dikebumikan
inikah bau kematian itu? aku tak mengira bisa sampai ke pintunya,
meski tak jadi mengetuk. aku tak mengira, betapa kematian begitu sengit dan berbau sakit.
sakit yang tak pernah bisa terdefinisikan. sungguh aku tak mengira.
Terlalu banyak hal t'lah mengubahku....
Masih berdiri aku disini
Mengais semua sisa sampah yang membusuk
Hingga membuat sakit di atas duniaku
Diriku ingin berlari hingga tereengah
Dahaga insan manusia diatas dunianya...
Mencaci semua kata indah yang terlalu menggetarkan detak jantung ini....
in memmoriam of conan_edugawa
Kehidupan sudah nggak bersahabat lagi bagi ku
Semua hanya semu belaka
Hanya ada orang mencari kenikmatan sesaat
Gak ada orang yg mau mencari kedamain yg sejati yg ada di dalam diri kita
Semua hampa.......
Sudah lelah hati ini
Sudah lelah jiwa ini
mungkin sudah saatnya aku berhenti sampai di sini...
gak ada lagi warna di dunia ini
gak ada rasa di jiwa ini
Sadarlah, Wahai orang yang tertipu!
Mengapa kamu masih riang bermain,
terlena dengan angan-angan.
Padahal ajal di depan matamu!
Bukankah kamu mengetahui
bahwa ambisi manusia adalah lautan luas tak bertepi.
Bahteranya adalah dunia.
Maka berhati-hatilah jangan sampai karam!
Yakinlah! Bahwa kematian pasti menjengukmu
bersama segala kepahitannya.
Ingatlah detik-detik itu, ketika kamu memberikan wasiat,
sedangkan anak-anak yang bakal menjadi yatim
Dan ibunya yang akan kehilangan suami tercinta
menangis pilu berlinang air mata.
Ia tenggelam dalam lautan kesedihan,
seraya memukul-mukul wajahnya.
Disaksikan para lelaki, padahal sebelumnya
ia adalah mutiara yang tersimpan rapi.
Kemudian setelah itu,
dibawalah kain kafan kepadamu.
Akhirnya! Diiringi isak tangis dan derai air mata,
Jasadmu dikebumikan
inikah bau kematian itu? aku tak mengira bisa sampai ke pintunya,
meski tak jadi mengetuk. aku tak mengira, betapa kematian begitu sengit dan berbau sakit.
sakit yang tak pernah bisa terdefinisikan. sungguh aku tak mengira.
Terlalu banyak hal t'lah mengubahku....
Masih berdiri aku disini
Mengais semua sisa sampah yang membusuk
Hingga membuat sakit di atas duniaku
Diriku ingin berlari hingga tereengah
Dahaga insan manusia diatas dunianya...
Mencaci semua kata indah yang terlalu menggetarkan detak jantung ini....
in memmoriam of conan_edugawa
Langganan:
Postingan (Atom)
