Pada akhirnya, engkau yang kukenal datang juga,
sakit tak tertanggung di badan, di tiap jengkal molekul,
aku terbakar dalam jiwaku, juga di dalam engkau:
kayu api tak padam, lidah api menjilat tajam
engkau menjaga nyala, aku pun jadi berminyak panas
dan terbakar di dalammu.
Keramah-lembutanku berubah jadi keganasanmu,
bertukar ke amuk neraka yang entah asalnya.
Teramat murni, tak ada rencana hari-hari, kudaki
unggun kayu api pemakaman: penyiksaanku.
maka, tentu saja tak perlu membeli apapun untuk esok lusa,
sebab dalam diam di hati tersimpan cadangan keperluan.
Kenangan tak teraih dan tak terbawa pula
Oh hidup! Oh kehidupan! Oh semua di luar!
Dan aku di dalam nyala. Dan di sini tak ada yang tahu aku siapa
in memmoriam of conan _edugawa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar